Senin, 18 November 2013

6. Cara Membuat Emulator AVD

Selanjutnya, kita akan membuat Android Virtual Device (AVD) yang merupakan emulator untuk menjalankan program aplikasi Android yang kita buat. AVD ini nantinya akan kita jadikan media test untuk menjalankan aplikasi Android yang kita buat, dimana AVD berjalan di Virtual Machine. Untuk membuat AVD dapat dilakukan dari IDE Eclipse dengan cara mengklik menu Windows > Android Virtual Device Manager lalu klik New. Lihat Gambar Berikut :


Buat Emulator pertama dengan settingan seperti berikut :

AVD Name   :  Android_4.4_Kit_Kat
Device           :  3.4 WQVGA (240 x 432: hdpi)
Target            :  Android 4.4 API Level 19

Lihat Gambar Berikut :


Nama dari AVD hanya penamaan saja, Anda diperbolehkan untuk membuat nama AVD dengan nama lain, tetapi dianjurkan sesua dengan targetnya untuk memudahkan mengetahui AVD apa yang sedang running. Target disini maksudnya adalah bahwa AVD yang kita buat adalah android diatas platform 4.4 Kit Kat.

Dalam Tulisan ini Saya hanya membuat satu buah Emulator, karena Android SDK bisa membuat emulator dengan versi yang berbeda sesuai yang terinstal. Selanjutnya, mari kita uji coba emulator yang baru saja kita buat dengan mengklik AVD Name. Lalu Klik Start > Launch.



Saat pertama kali dijalankan memang emulator akan loading dengan waktu yang cukup lama. Untuk itu jika emulator sudah tampil jangan di tutup dulu, karena emulator akan loading dari awal lagi. jik berhasil akan tampil seperti gambar berikut : 









5. Installasi ADT (Plugins Eclipse)

Selanjutnya kita akan melakukan installasi ADT atau yang lebih dikenal dengan plugins eclipse, plugins ini berfungsi untuk membuat eclipse terhubung dengan Android SDK, sehingga kita bisa membuat program Android lewat Eclipse.

ADT adalah kepanjangan dari Android Development Tools yang menjadi penghubung antara IDE Eclipse dengan Android SDK. Setelah selesai Instalasi eclipse kita dapat melakukan installasi ADT dengan menggunakan koneksi internet atau menggunakan file dari link berikut : http://adf.ly/ZM217 ADT-22.2.1. Setelah di download ekstrack  file lalu salin saja folder ADT-22.2.1 ke C:\Program Files

Pertama jalankan program Eclipse dengan mengklik 2x file eclipse.exe yang berada di C:\Program Files kemudian klik menu Help > Install New Software, maka akan tampil kotak dialog Install. Selanjutnya, klik tombol Add pada bagian Work With, maka akan tampil kotak dialgo Add Repository, klik tombol Local, lalu cari foler ADT-22.2.1 yang berada di C:\Program Files  jika sudah ketemu akan tampil di bagian Location, selanjutnya klik tombol OK. Lihat Gambar Berikut : 

 
Atau Anda bisa Isikan pada Location : https://dl-ssl.google.com/android/eclipse/
untuk installasi secara online

Kemudia klik pada bagian Developer Tools untuk memberikan tanda centang, lalu klik tombol Next > lihat bambar berikut : 


Maka akan tampil detail installasi, lanjutkan dengan mengklik tombol Next > Lihat gambar berikut : 


Selanjutnya akan tampil kotak dialog Review Licenses, pilih I Accpet... lalu klik tombol Finish... Lihat gambar berikut :


Setelah ADT sudah berhasil di instal, kita akan mengkoneksikan IDE Eclipse dengan Android SDK. Caranya, klik menu Windows > Preferences, lalu pilih Android di jendela bagian kiri dan jendela bagian kanan lakukan Browse SDK Location yang berada di C:\Program Files\Android SDK, setelah itu klik tombol Apply. Lihat Gambar Berikut :




4. Cara Installasi Eclipse

Selanjutnya kita akan melakukan installasi Eclipse sebagai IDE dalam membuat program Android.
Eclipse adalah IDE untuk pengembangan Java/Android yang sifatnya free dan dapat di download di http://www.eclipse.rog/downloads/ atau di : http://www.eclipse.org/downloads/packages/eclipse-mobile-developers/junor, atau di : http://adf.ly/ZMDzD merupakan versi kepler yang penulis gunakan.

Adapun versi Eclipse yang ada sekarang sudah cukup banyak diantaranya :
  • Ganymede (Eclipse Versi 3.4)
  • Galileo (Eclipse Versi 3.5)
  • Helios (Eclipse Versi 3.6)
  • Indogo (Eclipse Versi 3.7)
  • Juno (Eclipse Versi 4.2)
  • Kepler Service Release 1




Dan versi aplikasi yang digunakan oleh penulis adalah Eclipse Kepler. Jika Anda ingin menggunakan Eclipse ini, berikut adalah link nya : http://adf.ly/ZMDzD, Anda tidak perlu lagi melakukan installasi cukup menyalin ke C:\Program Files, Untuk menjalankan Eclipse, Anda bisa lakukan dengan mengklik 2x file eclipse.exe








3. Cara Installasi Android SDK

Android SDK adalah tools API (Aplication Programming Interface) yang diperlukan untuk mulai mengembangkan aplikasi pada platform android menggunakan bahasa pemrograman Java.

Untuk resource SDK Android dapat dilihat dan di download langsung di situs resmi pengembang SDK Android di http://www.developer.android.com atau bisa Anda Download di link berikut :

Android Versi 4.0.3,  Android Versi 4.1.2,  Android Versi 4.2.2,  Android Versi 4.3, Android Versi 4.4 Kit Kat.
Part 1 : http://adf.ly/ZS3IY 
Part 2 : http://adf.ly/ZS3NM 
Part 3 : http://adf.ly/ZS3Q6 
Part 4 : http://adf.ly/ZS3Ts 
Part 5 : http://adf.ly/ZS3WL 
Part 6 : http://adf.ly/ZS3Yl 
Part 7 : http://adf.ly/ZS3cM 
Part 8 : http://adf.ly/ZS3eA 
Part 9 : http://adf.ly/ZS3gh 
Part 10 : http://adf.ly/ZS3j9 
Part 11 : http://adf.ly/ZS3lQ 
Part 12 : http://adf.ly/ZS3nV
Setelah Download Part 1 sampai Part 12... Ekstrak salah satu file tersebut menggunakan Winrar, Lihat Gambar Berikut :

Untuk Mempermudah tahap installasi, Selanjutnya Salin Folder Android SDK ke C:\Program Files


Letak posisi folder Android SDK perlu kita ingat, karena selanjutnya ketika akan melink-kan posisi Android SDK kita dengan IDE Eclipse sebagai aplikasi coding yang akan kita pergunakan natinya dalam mebuat program Android.

Jika Anda menggunakan Android SDK yang di download dari Part 1 sampai Part 12, Anda tidak perlu mengupdate untuk saat ini, karena Android SDK sudah ada beberapa Versi sampai Android Kit Kat. Tapi tentunya jika nanti ada versi yang terbaru dari platform Android Anda bisa melakukan Update Sendiri.







Minggu, 17 November 2013

2. Cara Installasi JAVA JDK Android

Android adalah aplikasi yang dikembangkan dengan berbasis java, sehingga sebelum kita melakukan coding aplikasi berbasis android, komputer/pc kita harus terinstall program java disebut Java JDK. paket Installasi dapat di donwload di http://www.oracle.com/technetwork/java/javase/downloads/index.html.

Mari kita mulai installasi Java JDK, ikuti langkah-langkah berikut :
  1. Double klik pada file jdk-7u45-windows-i586.exe hasil download tadi.
  2. Maka akan tampil kotak dialog License Aggreement, pilih/klik tombol Accept >
  3. Selanjutnya tampil kotak dialog Custom Setum (abaikan saja), yang perlu kita ingat adalah lokasi installasi (tidak perlu dirubah), klik tombol Next >



Gambar Kotak dialog custom setup installasi JDK


 

Proses Installasi JDK

  1. Setelah JDK terinstall, akan tampil lagi pilihan installasi JRE (Java Runtime Environment) Langsung kita klik Next saja................
  2. Tunggu proses Installasi JRE selesai samapai tampil kotak dialog Wizard Complete, klik tombol Finish
  3. Setelah proses installasi Java SDK selesai, selanjutnya kita akan melakukan sedikit setting sebagai berikut :
  • Buka Windows Explorer, kemudian klik kanan pada Computer, lalu pilih Properties.

Gambar Memilih properties pada computer

  • Selanjutkan klik Advanced System Setting Selanjutnya klik Environtment Variables




  • Maka akan tampil kotak dialog Environment Variables pada bagian User variables klik Tombol New




  • Maka akan tampil kotak dialog New User Variable, isikan pada Variable name : HOME dan variable value : C:\Program Files\Java\jdk1.7.0;.

  • Ulangi langkah untuk membuat New User Variable lagi, isikan pada Variable name : PATH dan Variable value : C:\Program Files\Java\jdk1.7.0\bin;. klik OK
  • Ulangi langkah untuk membuat New User Variable lagi, isikan pada Variable nama : CLASSPATH dan variable value : C:\Program Files\Java\jdk1.7.0\lib\tools.jar;. lalau klik tombol
  • Maka sekarang seharusnya sudah terbentuk tiga User Variable baru di Environment Variables, lihat gambar berikut :


Gambar Tiga Buah Variable user baru di Environtment Variables.

  • Senlanjutnya, kita akan menguji hasil installasi Java SDK. Buka Command Prompt, klik Start, - Klik Run, Ketikan CMD lalu ketikan perintah berikut.............. java [enter], javac [enter], java-version [enter].

Gambar Command Prompt berhasil Install Java













Sabtu, 16 November 2013

PHP dan MySQL Sebagai Web Service




Selama ini mungkin Anda pernah atau bahkan sering mendengar mengenai Web Service. Sebenranya apakah Web Service itu ? Samakan Web Service dengan Website ?

Web Service ternyata sangat berbeda dengan website. Perbedaan yang paling terlihat adalah Website dibuat untuk memiliki tampilan atau user interface yang bagus sedangkan Web Service tidak memiliki tampilan. Mengapa Web Service tidak memiliki tampilan (user interface)?

Hal itu dikarenakan Web Service tidak dubuat untuk berinteraksi langsung dengan user. Sesuai dengan kata service yang ada pada namanya, Web Service hanya menyediakan service atau layanan. Layanan tersebutlah yang kemudian akan digunakan atau dipanggil oleh aplikasi lainnya. Dengan demikian, yang akan menjadi interface adalah aplikasi yang memanggilnya bukan Web Service itu sendiri.

Beberapa contoh implementasi web service adalah sistem login seperti yang ada di Kaskus, atau Detik.com.

Jika andan mengunjungi Kaskus, maka Anda akan menjumpai sistem login yang dapat menggunakan akun Facebook, Yahoo maupun Twitter.

Dengan kata lain, Anda dapat bergabung dalam komunitas forum kaskus atau istilah kerennya kaskuser hanya dengan memiliki akun FB, Yahoo atau Twitter tanpa harus regirstrasi di dalam Kaskusnya Sendiri.

Contoh lain implementasi web service adalah di bagian komentar Detik.com setiap kali kita akan mengisi komentar di Detik.com, kita bisa menggunakan akun FB kita.

Nah... yang menjadi pertanyaan adalah, kok bisa ya kita bisa masuk ke dalam sistem Kaskus maupun Detik.com menggunakan akun lain seperti FB, Yahoo maupun Twitter? Ya.... ini karena FB, Yahoo dan Tiwtter menyediakan service yang memungkinkan sistem lain menggunakan akun mereka untuk login. dan... kebetulan kaskus dan detik.com ini memanfaatkan service tersebut, dalam kasus ini, FB, yahoo, dan Twitter diakatakan bertindak sebagai server sedangkan Kaskus dan Detik.com bertindak sebagai client.

Contoh lain, buat anda yang memang sudah memiliki perangkat ponsel android, mingkin sudah pernah menginstall aplikasi semacam detik.com, kompas.com atau vivanews.com, diamna anda bisa melihat berita dari situs detik.com di ponsel android anda.

Pertanyaannya? Apakah portal-portal tersebut dalam membuat aplikasi portal versi android juga membuat database/data beritanya ? Apakah mereka melakukan penginputan data berita dua kali ? yaitu versi web dan versi android ?

Jawabannya sudah pasti tidak, karena mereka pasti telah menggunakan layanan web service untuk pertukaran data pada dua versi aplikasi yang mereka buat.

Jadi apakah web service itu ? Secara singkat web service adalah aplikasi yang dibuat adar dapat dipanggil atau diakses oleh aplikasi lain melalui internet dengan menggunakan format pertukaran data sebagai format pengiriman pesan. Adapun yang dibahas di ddalam buku ini adalah format pertukaran data dengan XML dan JSON.

Lalu, bagaimana caranya memanggil atau memanfaatkan sebuh web service? Sebua web service dapat diapnggil oleh aplikasi lain dengan menggunakan bantuan HTTP. Web service juka memungkinkan untuk dipanggil dengan menggunakan protokol lain seperti SMTP, namun yang paling umum digunakan adalah HTTP.

Karena web service menggunakan protokol HTTP, tentu PHP sebagai bahasa pemrograman web menjadi salah satu kekuatan dalam bahasa pemrograman yang mengelola web service.


Jumat, 15 November 2013

Arsitektur Aplikasi Android

Google mengibaratkan Android sebagai sebuah tumpukan software. Setiap lapisan dari tumpukan ini menghimpun beberapa program yang mendukung fungsi-fungsi spesifik dari seistem operasi. Berikut ini susunan dari lapisan-lapisan tersebut jika di lihat dari lapisan dasar hingga lapisan teratas.

Gambar Arisitektur Android

Keterangan :

Linux Kernel
Tumpukan paling bawah pada arsitektur Android adalah kernel. Google menggunakan kernel Linux versi 2.6 untuk membangun sistem Android, yang mencakup memory management, security settting, power management, dan beberapa driver hardware.
Kernel berperan sebagai abstraction layer antara hardware dan keseluruhan software.
Sebagai contoh, HTC GI dilengkapi dengan kamera. Kernel Android terdapat driver kamera yang memungkinkan penggunak mengirimkan perintah ke hardware kamera.

Android Runtime
Lapisan setelah kernel Linux adalah Android Runtime. Android Runtime ini berisi CORE LIBRARIES dan DALVIK VIRTUAL MACHINE.
Core Libraries mencakup serangkaian inti library Java, artinya Android menyertakan satu set library-library dasar bahasa pemrograman Java.
Dalvik adalah Java Virtual Machine yang memberi kekuatan pada sistem Android. Dalvik VM ini di optimalkan untuk telepon seluler.
Setiap aplikasi yang berjalan pada Android berjalan pada prosesnya sendiri, dengan instance dari Dalvik Virtual Machine. Dalvik telah dibuat sehingga sebuah piranti yang memakainya dapat menajalankan multi Virtual Machine dengan efisien. Dalvik VM dapat mengeksekusi file dengan format Dalvik Executable (.dex) yang telah dioptimasi untuk menggunakan minimal memory footprint. Virtual Machnie ini register-based, dan menjalankan class-class yang dicompile menggunakan compiler java yang kemudian ditransformasi menjadi format .dex menggunakan "dx" tool yang telah disertakan.
Dalvik VM menggunakan kernel Linux untuk menjalankan fungsi fungsi seperti threading dan low-level memory management.

Libraries
Bertempat di level yang sama dengan Android Runtime adalah Libraries. Android menyertakan satu set library-library dalam bahasa C/C++ yang digunakan oleh berbagai komponen yang ada pada sistem Android. Kemampuan ini dapat diakses oleh programmer melewati Android aplication framework. Sebagai contoh Android mendukung pemutaran format audio, video, dan gambar.

Berikut ini beberapa core library tersebut :
  • System C Library,  Diturunkan dari implementasi standard C system library (libc) milik BSD, dioptimasi untuk piranti embedded berbasis Linux
  • Media Libraries, Berdasarkan Packet Video's OpenCORE; library-library ini mendukung playback dan recording dari berbagai format audio dan video populer, meliputi MPEG4, H.264, MP3, AAC, AMR, JPG, dan PNG
  • Surface Manager, Mengatur akses pada display dan lapisan composites 2D dan 3D graphic dan berbagai aplikasi
  • Lib Web Core, Web browser engine modern yang mensupport Android browser maupun embeddable web view
  •  SGL, Teh underlyng 2D Graphics Engine
  • 3D Libraries, Implementasi berdasarkan OpenGL ES 1.0 APIs; library ini menggunakan hardware 3D acceleration dan highly optimized 3D software restirezer.
  • FreeType, Bitmap dan vector font rendering
  • SQLite, Relational databse engine yang powerful dan ringan tersedia untuk semua aplikasi

Aplication Framework
Lapisan selanjutnya adalah Application Framework yang mencakup program untuk mengatur fungsi-fungsi dasar smartphone. Application Framework merupakan serangkaian tool dasar seperti alokasi resource smartphone, aplikasi telepon, pergantian antar - proses atau program, dan pelacakan lokasi fisik telepon. para pengembang aplikasi memiliki aplikasi penuh kepada tool-tool dasar tersebut, dan memanfaatkannya untuk menciptakan aplikasi yang lebih kompleks.
Programmer mendapatkan akses penuh untuk memanfaatkan API-API (Android Protocol Interface) yang juga digunakan core applications. Arsitektur aplikasi didesain untuk menyederhanakan pemakaian kembali komponen-komponen, setiap aplikasi dapat menunjukkan kemampuannya dan aplikasi lain dapat memakai kemampuan tersebut.

Mekanisme yang sama memungkinkan pengguna mengganti komponen-komponen yang dikehendaki.

Di dalam semua aplikasi terdapat servis dan sistem yang meliputi :
  • Satu set Views yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi meliputi lists, grids, text boxes, buttons, dan embeddable web browser
  • Content Providers, yang memungkinkan aplikasi untuk mengakses data dari aplikasi lain (mislnya contacts), atau untuk membagi data yang dimiliknya.
  • Resource Manger, menyediakan akses ke non-code resources misalnya localized strings, graphics, dan layout files
  • Notification Manager, yang memungkinkan semua aplikasi untuk menampilkan custom alerts pada status bar
  • Activity Manager, yang memanage life cycle of dari aplikasi dan menyediakan common navigation backstack

Application
Di lapisan teratas bercokol aplikasi itu sendiri. Di lapisan inilah anda menemukan fungsi-fungsi dasar smartphone seperti menelepon dan mengirim pesan singkat, menjalankan web browser, mengakses daftar kontan, dan lain-lalin. Bagi rata-rata pengguna, lapisan inilah yang paling sering mereka akses. Mereka mengakses fungsi-fungsi dasar tersebut melalui user interface.